Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Komponen sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman kelistrikan dengan cara memutuskan arus listrik ketika terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian adalah

Komponen sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman kelistrikan dengan cara memutuskan arus listrik ketika terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian adalah

Berikutnya pada artikel ini kita bahas adalah komponen sistem kelistrikan yang berfungsi sebagai pengaman kelistrikan dengan cara memutuskan arus listrik ketika terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian.

Pertanyaan ini cukup mudah untuk kita selesaikan bersama. Jika bekerja sama akan membuat pekerjaan lebih ringan. Dan hasil yang dicapai akan sangat efektif dengan menyimpulkan beberapa pengetahuan yang ada mengenai kelistrikan body kendaraan.

FUNGSI SEKERING (FUSE)

Pada kali ini tidak yang sulit untuk kita selesaikan karena materi komponen sistem kelistrikan body yang berfungsi sebagai pengaman kelistrikan dengan cara memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian adalah sekring atau fuse.

1. Sebagai pengaman kelistrikan

Fuse atau sekring sangat penting keberadaannya pada sistem kelitrikan body kendaraan. Komponen yang satu ini memiliki fungsi sebagai pengaman. Maksudnya pengaman adalah mencegah kecelakaan akibat korslet (hubungan singkat) listrik. Kecelakaan ini dapat berbentuk kabel hangus karena panas, kerusakan pompa bahan bakar, baterai, lampu-lampu putus dan paling ekstrim adalah kebakaran kendaraan.

Jika sekring atau fuse kita gunakan dengan tepat kejadian buruk saya sebutkan diatas tidak akan terjadi. Fuse atau sekring akan mencegah hal tersbut terjadi. Cara kerja komponen ini untuk mengatasi hal buruk tersebut adalah dengan cara memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian kelistrikan.

2. Memutuskan arus listrik ketika terjadi hubungan singkat

Fuse memiliki bagian filamen yang terbuat dari bahan yang mudah putus, memuai, dan memiliki nilai tahanan spesifik. Karakteristik ini dipadukan sehingga didapat sebuah sekring yang memiliki nilai ampere yang ditetapkan. Ketika terjadi arus berlebih, filamen ini akan mengalami panas. Selama kenaikan suhu tidak terus berlanjut, dan masih dalam batas kemampuanya, filamen sekring ini tidak akan putus.

Saat arus berlebih ini terus meningkatkan suhu filamen akan mengakibatkan filamen fuse putus. Dengan begitu, aliran arus atau tegangan listrik pada rangkaian akan terputus juga. Seperti itulah prinsip kerja dari sebuah sekring atau fuse.

3. Arus berlebih pada rangkaian

Kapan terjadinya arus berlebih pada rangkaian kelistrikan? Iya, ini pertanyaan yang sangat menarik. Arus berlebih pada rangkaian kelistrikan terjadi ketika kutup positif dan kutup negatif listrik bertemu. Kondisi ini biasanya disebut hubungan singkat atau bahasa sehari-harinya korslet.

Keadaan ini bisa saja terjadi tanpa kita sadari. Kabel lampu kepala yang terkelupas dan mengenai body (besi) kendaraan salah satu contohnya. Kabel ini tidak anda kupas, tetapi tikus atau suhu panas yang menyebabkannya. Karena itu selalu mengecek kabel-kabel terutama pada bagian yang mudah anda lihat saja. Sudah merupakan partisipasi tindakan prenventif menghindari hubungan singkat listrik.

So, selalu ingat bahwa fungsi fuse atau sekring adalah sebagai pengaman kelistrikan dengan cara memutuskan arus listrik saat terjadi hubungan singkat atau arus berlebih pada rangkaian kelistrikan kendaraan.